Ego
Belajar berjalan d kumparan waktu,
belajar melihat celah gelap kosong,
belajar mendengar simfoni kehancuran,
belajar hidup.
Kamu datang,
menguak arus emosi,
mengumpulkan bongkahan energi yang pecah,
menarik jiwa yang akan musnah,
membuyarkan konsentrasi.
Kamu pergi,
membawa separuh logika,
menguras pola pikir,
tanpa sanggu kusadari hilangmu.
Aku belajar lagi,
menyayangi yang pergi dan tidak sentuh rasa benci.
Bertahan dengan bayangan, dan mengharap di kelam asa.
Menyayang dan melupakan,
Mengerti dan kecewa,
bertahan di ambang mati.
Smua mengacak kebulatan akal sehat,
memeras perlahan energi yang terkumpul atas kamu.
Perpisahan menyelubung,
tapi waktu tidak menyembuhkanku, seperti dulu kamu bilang.
Knapa begitu?
Harusnya kamu yang jadi pelarianku,
harusnya kamu yang ada disini saat tangis itu menyesakmu,
bukan dia.
Tawa palsu dan sakit tersembunyi,
kuat di luar dan rapuh di dalam,
berbinar tetapi gelap,
penuh warna tapi hitam putih.
Sayangnya.
Kamu pergi saat aku mengerti arti sebuah ‘arti’.
Kamu.
Malaikat ciptaan langit.
Isilah lagi khayal dengan fantasi nyanyian.
Bawa keharmonisan hati, keselarasan jiwa.
Jangan lagi pergi, jangan lagi lepas.
Aku tidak sekuat yang kamu pikir,
tidak di duniaku sendiri.
Sekarang,
cepat atau lambat,
kamu akan lupa,
atas aku,
atas kamu,
atas kita..
Elegi antara kita,
bawaku dalam tidur panjang,
dimana mimpiku hanya kamu,
dan berharap tuk tidak bangun lagi.
Manusiawi tapi tidak masuk akal.
Sangat wajar tetapi telalu muluk.
Dunia sulit dipahami,
mengeraskan hati yang dulu pernah lunak bersama kamu.
Sungguh ironis.
Liarmu untuk jinakku,
manjamu untuk bijakku,
rapuhmu untuk beraniku,
ragu mu untuk yakinku tuk jagakan dirimu.
Kamu sudah tak tahu siapa aku,
dan aku tak tahu siapa kamu.
yang pasti kita bukan lagi kita.
Seberapa jauh dari genggaman protektifku,
seberapa renggang dari rengkuhan posesifku,
kamu.
Hanya satu dan susah pergi.
Kita orang lemah, kita manusia.
Kita seharusnya satu.
Tapi kita melawan, dan menjadi dua.
Tapi ku hargai nilai mu,
bahwa dua, adalah satu.
Ini hanya lensa hidup, terpudar di antara kita.
Aku hanya ingin merasa aku mampu.
Sekali lagi.
Akankah kamu katakan sesuatu?
Terakhir kalinya….?

bokcoi..
i almost cry..
beneran bokcoi..
ini dalem n indah bgt..
gila2..
fits me in all aspects..
keep on writing yep car..
u’re really talented..
amazing..
hahaa
Gbuu ^^
bokcoii..
nge touched lhoo bc nyaa.. bnr”ungkapan hati lu bgt.. hehee..
g prnh bljr,,jgn menyesalkan & mengingat trs masa lalu krn itu ga berartii n sia”walopun masa lalu itu mmbuat kt hdp d masa dpn.. ayoo bokcoiii,,teruss majuu.. =p =p