Negara Kita
Indonesia. Begitu kaya dengan sumber daya alam yang lengkap. Bahkan luar negeri pun rebutan mengambil bagian. Belumkah kita sadar juga betapa hebatnya Indonesia?
Kemarin ini guru BK saya berkata tentang ini. Indonesia punya bahan alam nya, luar negeri membelinya dan mengolahnya, lalu Indonesia membeli lagi barang jadinya dari luar negeri dengan harga yang amat mahal. Ironis ya. Lalu jika tiap orang pintar dari Indonesia pergi keluar negeri untuk sekolah dan bekerja di sana, mau makin jadi apa negara kita ini?
Pastinya akan jauh lebih baik jika stelah kita2 sekolah di luar negeri, kita kembangkan teknologi Indonesia menjadi canggih dan tidak kalah dari luar negeri. Kita BISA melakukan itu, saya yakin itu. Tapi yang menjadi masalah bukan lah kita tidak cinta tanah air. Tapi pemerintah lah masalahnya.
Bagaimana kita bisa cinta tanah air jika pemerintahnya sendiri seakan membunuh negaranya pelan2? Korupsi, perselisihan, ketidaktanggungjawaban, smua itu. Mereka mencoreng nama baik mereka sendiri dengan tindakan2 mereka yg memalukan. Negara yang seharusnya bisa sangat maju, tapi justru dikendalikan oleh pemerintah yang tidak ada niat untuk itu. Mereka lah yang menghambatnya. Mereka yang menjerumuskan Indonesia.
Saya sebenarnya ingin menjadi seorang yang peduli Indonesia, yang memulai cinta tanah air. Tapi sampai tua pun, jika pemerintah turun-temurun tetap begitu, perjuangan orang2 seperti saya akan sia2 saja. Tidak akan ada artinya. Akhirnya toh, saya akan jadi pahlawan kesiangan.
Semua undang2 dasar, lambang negara yang begitu luhur tujuannya semakin tidak ada artinya. Kita hanya menjalankan rutinitas tanpa rasa cinta. Cinta terhadap tanah air, yang beribu2 tahun diperjuangkan dengan darah para pahlawan yang dulu. Bisakah terbayang apa yang pahlawan2 tsb pikirkan di surga sana ttg kita? Malukah kita? Pantaskah berdiri di tanah ini?
Jika anda pergi ke negara jepang, atau cina, maka anda akan tahu. Di jalanan, jika anda tersesat, tanya lah pada polisi setempat dengan bahasa Inggris. Mereka tidak akan peduli, berpura2 tidak mendengar atau tdk mengerti. mengapa? Karna begitu besarnya lah cinta mereka terhadap negara mereka sendiri, mereka hanya mau berbicara dalam bahasa mereka sendiri. Sedangkan di Indonesia, apakah kita bangga berbahasa Indonesia? Kita biasanya lebih bangga berbahasa Inggris, Mandarin, dsb yang terkesan lebih keren. Musik, gaya berpakaian, kita juga mengikuti luar negeri.
Terlalu banyak konflik yang terjadi di Indonesia, yang bahkan pemerintah tidak peduli, atau bahkan hanya angkat tangan. Aksi2 mahasiswa pun terjadi karna mreka tidak cinta pada pemerintahan maupun negara Indonesia.
Jadi, bagaimanakah kita bisa cinta Indonesia?
Jika anda tahu, tolong beritahu saya. God bless this country..

ANDA BERTANYA APA YANG BISA KITA PERBUAT ? CARANYA ? KITA MULAI DENGAN HAL YANG TERKECIL DI LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL KITA. KITA BUAT LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT , USAHA SIMPAN PINJAM, PERMODALAN MADANI, BUAT ORANG 2x MISKIN DI TEMPAT TINGGAL KITA , KITA CIPTAKAN LAPANGAN PEKERJAAN, BUKAN BEKERJA. BAGI KITA YANG CUKUP MAPAN DAN BERPENDIDIKAN TINGGI, KITA BUAT ALAT ALAT SEDERHANA BUAT MEMBANTU SAUDARA 2X KITA PETANI, NELAYAN SEPERTI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN, PUPUK ALAMI, PENDINGIN TENAGA ANGIN BUAT NELAYAN KITA SEHINGGA MEREKA TIDAK USAH PAKAI FORMALIN , MASIH BANYAK LAGI , INI HANYA SEBAGIANN KECIL DARI YANG BISA KITA PERBUAT. TAPI ADA SUATU INTI DARI SEMUA INI, ” JANGAN BERTANYA APA YANG NEGARA PERBUAT UBTUK KITA ? TAPI BALIK PERTANYAAN ITU APA YANG KITA PERBUAT BUAT NEGARA KITA ? ” JADI MULAI SEKARANG AJAKLAH TEMAN TEMAN ANDA BELAJAR DENGAN BENAR, KUMPULKAN ILMU DAN TEKNOLOGI DI NEGRI ORANG, KEMBALILAH BUAT NEGARA INI.JANGAN PIKIRKAN HAL YANG RUMIT, KERJAKAN HAL YANG SEDERHANA TAPI BERMANFAAT DAN PASTI, MAKA AKAN TAMPAK RUMIT BUAT NEGAR LAIN MELIHATNYA. PRW
Bagaimana kita bisa cinta indonesia ? itu pertanyaan klasik yang tak perlu dijawab. pertanyaan itu hanya buat kita kita yang ada di kota besar. kalo kita mencoba ke daerah tertinggal di perbatasan kita akan lihat betapa amazingnya rasa patriotisme dan cinta tanah air mereka. kita ambil contoh di sebuah pulau di utara indonesia di perbatasan dengan philipina, mereka hanya berjumlah tidak lebih dari 5000 jiwa, mereka mempertahankan sejengkal tanah indonesia di perbatasan , tanpa ada yang menyuruh atau menggaji, mereka kibarkan sang saka MERAH PUTIH dengan megahnya hingga tamapk dari kejauhan mata. itulah rasa cinta yang besar pada tanah air, walau negara tidak memperhatikan mereka. kita tengok lagi pada saudara kita di perbatasan papua, di puncak jayawijya, seorang ABRI anggota kopassus bernama MALEO, dia hanya seorang diri menjaga pebatasan negara kita, hanya berbekal sepucuk senjata dan radio , bekal makanan mereka hanya indomie, dan makanan ala kadarnya. coba pikirkan apa yang negara perbuat bagi mereka ? NOTHING JAWABNYA. tapi mereka tidak pernah mengeluh mereka tetap menjaga batas batas negara kita dengan baik. bercermin pada mereka, masih banyak di negara kita yang cinta dan peduli tanah air, yang TIDAK hanya segelintir, walau mereka berkuasa. jadi mari kita bersatu, buatlah yang terbaik buat bangsa ini, abaikan mereka pecundang pecundang yang berdasi dan bersafari. KITA SATUAKAN TEKAT DAYA DAN UPAYA , KITA SATUKAN MANUSIA MANUSIA INDONESIA YANG PUNYA RASA CINTA YANG BESAR, KITA PERHATIKAN MEREKA, JANGAN SAMPAI RASA CINTA MEREKA ITU PADAM. ITULAH CARA KITA MENCINTAI TANAH AIR INI. PRW
rasa idealis dan realistis memang sangat sulit untuk dipersatukan. Dari comment PRW bisa dilihat kalau pikiran idealis itu memang tidak bisa disamakan dengan pikiran realistis dari Carissa. Hal yg diutarakan Carissa tidaklah salah dan apa yang dikemukakan PRW juga tidaklah salah. Dari sini hanya terletak perbedaan konsep berpikir. Ketika kita memulai sesuatu, dalam keadaan realistis kita sering melihat dahulu keadaan sekitar kita. Apakah itu mendukung? Kalau mendukung kita lanjutkan, kalau tidak mendukung, dilakukan pun tidak berguna besar malah hanya menyiksa pelan-pelan. Berbeda memang dengan pemikiran idealis yang tetap memegang teguh perlakuannya itu tanpa memandang lingkungan. Apa yg dianggap benar dari dirinya dilakukan dengan segenap kemampuannya, tidak peduli apa lingkungan itu mendukungnya atau tidak. Memang sulit sekali mengubah Indonesia ini melihat keadaan sangat memprihatinkan seperti ini. Ada sekali rasa nasionalis saya sebagai warga Indonesia dimana ingin negara ini maju dan diakui. Tapi itu semua perlu dimulai dari diri kita dan khususnya juga dari pemerintah Indonesia sendiri. Tidak ada gunanya kita sendiri yg berjuang tanpa pemerintah bergerak. Contoh dari PRW memperlihatkan hal yang nasionalis. Tapi benarkah bila ABRI itu tidak ada, pemerintah tinggal diam? Manusia cenderung statis ketika tidak ada suatu masalah besar terjadi. Ketika batas-batas negara tersebut diambil alih oleh negara lain, orang-orang baru cenderung beraksi. Itulah suatu PR dari pemerintah dan juga koreksi diri dari masing-masing kita. Bahu-membahu, saling memiliki, dan kemauan. Bukan saling bersaing dan mengeluh
panjang banget itu PRW komennya ==.
gila jadi minder nih saya XD
Gw ga mau berteori bagaimana, cuma mau ngeshare aja
paragraf ke2 dan ke3, gw juga mikir kalo seandainya “bibit2 unggul” tersebut bisa cinta tanah air pasti akan ada perubahan, tapi gimana bisa kau cinta tanah air yang kaumnya oportunis semua?
Gw pernah berkhayal, coba kalo 1/2 dari para pelajar yang cinta tanah air diberi posisi politik, sementara 1/2 lainnya berkomitmen di urusan non-politik untuk sama2 memajukan tanah air, pasti bisa KALO IMBANG JUMLAHNYA AMA KAUM OPORTUNIS YANG TIDAK TAU MALU
well inti masalahnya cuma 1: pemerintah dan rakyat, 2-2nya ga ada yang punya komitmen membangun tanah air, ga usah liat salah siapa
God Blesssssssssssss
btw ini JoJo~